Showing posts with label View Sungai / Pantai. Show all posts
Showing posts with label View Sungai / Pantai. Show all posts

Wednesday, 12 October 2016

Teluk Love Jember menjadi satu- satunya teluk berbentuk love yang ada di Indonesia

Teluk Love hemmm kita dengar saja namanya udah enak dan romantis, benarkah ada teluk yang bentuknya Love itu pertanyaan saya sebelum melihat sendiri keindahan teluk tersebut. Bulan lalu memang travelling yang keren buat saya pribadi walau ini masih di daerah Jawa.

Lokasi Pantai Payangan ( Teluk Love ) berada di Desa Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

view sebelah timur ( teluk love )
Akses menuju lokasi tidak jauh dari Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma yang menjadi pantai terpopular di Jember Jawa Timur karena seperti kita berada di daerah Thailand. Dari arah kota kita ambil jalur selatan ke arah Ambulu, sampai perempatan lampu merah ambulu terus lurus ke selatan sampai ketemu pertigaan, ke arah kanan ke pantai papuma dan lurus ke pantai Payangan ( teluk love ) akses yang mudah karena hanya lurus dan paling ujung.


Belum lama nama teluk love menjadi wisata baru yang wajib untuk dikunjungi di daerah Jember. Teluk Love lebih dikenal dengan nama Pantai Payangan yang masih sangat alami kita harus trekking ke atas bukit yang dikenal dengan nama Bukit Domba sekitar 20 menit / sekitar 200 meter dari area parkir, tiket masuknya hanya Rp. 5.000 / pax.

miniatur raja ampatnya teluk love

Dinamakan Bukit Domba karena di sekitar area bukit terlihat beberapa domba milik masyarakat sekitar. Bukit yang saat ini belum diketahui siapa kepemilikannya seperti punya keunikan disetiap sudutnya, dari arah barat saat menyaksikan Sunset kita disuguhi pemandangan yang keren, berputar kesebelah timur saat yang paling tepat adalah pagi hari dengan melihat Sunrise dengan teluk berbentuk Love yang terlihat mencolok dari atas bukit dengan karang - karang yang berbeda ukuran di tengah - tengah seperti raja ampat miniatur terlihat disini lengkap dengan view ombak lautan yang berayun seiring semilir angin laut, sebelah utara dengan deretan perahu - perahu nelayan yang berbaris terlihat indah dengan keunikan masing - masing yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia.

view bukit domba sebelah utara
Tidak heran banyak wisatawan yang mengabadikan tempat ini dalam sebuah jepretan kamera, memutari bukit dengan pasangan dipercaya membuat hubungan langgeng hingga tua :)

Semoga bermanfaat dan selamat berlibur :)

Sunday, 4 September 2016

Tarian awan di Kebun Buah Mangunan

View ajib akan dihadirkan bagi siapa saja yang suka bangun pagi, hal ini tidak lepas dari cerita nenek moyang kita yang selalu terngiang sampai saat ini apabila bangun siang nanti rezekinya dipatuk ayam he....salah satunya adalah pagi - pagi buta harus sudah bangun dan bisa ketempat ini.

Akses ke Lokasi
Kebun buah mangunan berada di Desa Mangunan, kecamatan Dlinggi, Kabupaten Bantul dengan ketinggian ± 150 - 200 mdpl. Jarak dari Jogja sekitar 35 km > Terminal giwangan > dari terminal ambil jalan lurus ke Selatan ( jalan Imogiri Timur ) > Jalur Imogiri Dlingo > silahkan ikuti papan petunjuk arah yang sudah tersedia, hati - hati karena kelokan jalan yang berkelok dan menanjak dengan view hutan pinus dan perkampungan akan menjadi pemandangan yang menarik.

Waktu Terbaik ke lokasi ini
Pagi hari sebelum matahari terbit - sekitar jam 07.00 wib. Lautan awan dapat terlihat setelah matahari terbit sekitar jam 05.00 - 07.00 wib tergantung cuaca, apalagi kalau semalam habis hujan pasti disini dapat tarian awan dengan kelokan yang mengalir diatas sungai Oyo meliuk membelah perbukitan yang hijau. Lautan awan yang berkelok di atas sungai serta Sunrise yang menawan menjadi spot andalan di tempat ini karena berada di puncak Bukit Mangunan yang sudah dikelilingi pagar kayu demi keamanan.

pic by berangkaaat.wordpress.com
Retribusi
Wisatawan cukup membayar Rp. 5.000 / pax, fasilitas yang disediakan juga sudah cukup lengkap seperti : gardu pandang yang sudah semakin banyak penambahan karena antusias masyarakat, camping ground, gazebo, dan kamar mandi tentunya.

Berkunjung ke tempat ini dengan sanak saudara akan sangat menyenangkan apabila bertepatan dengan musim panen buah seperti : durian, mangga, manggis, rambutan, jambu air, jeruk, kelengkeng dll dengan luas 23 hektar tertata rapi menyesuaikan kontur kemiringan bukit.

Makanan khas disini adalah tiwol yang terbuat dari singkong dengan aneka rasa ada gula merah dan gula putih dapat dijadikan oleh - oleh.

Saturday, 3 September 2016

Rafting Kali Progo - Magelang

Kota Magelang menjadi tujuan wisata kami pagi ini, suasana yang dingin dan sejuk dan letaknya tidak terlalu jauh dari kota Jogja, Hotel Puri Asri menawarkan kerjasama dengan perusahaan kami sehingga acara hari ini dapat terselenggara, hotel dengan luas 15 hektar terletak di Jl. Cempaka No.9 Kemirejo, Magelang, Jawa Tengah menawarkan konsep pemandangan hijau hampir diseluruh lokasi dengan view aliran air sungai dapat kita temui.


Meetup dilakukan dan selanjutnya acara bersenang - senang kami mulai, dari permainan outdoor flying fox, Painball dan terakhir rafting sungai progo kami lakukan.

Lokasi
Rute tepat berada di sebelah tempat wisata Taman Kyai Langgeng di jalan tentara pelajar Magelang


Permainan Adventure park di hotel ini menyediakan permainan individu flaying fox dengan lintasan sepanjang 100 meter untuk pecinta ketinggian dengan biaya Rp. 30.000 - Rp. 95.000 tergantung paket permainan yang dipilih, ada juga permainan berkelompok dan paling diminati oleh pengunjung adalah Paint Ball yang dipandu oleh instruktur profesional dengan biaya Rp. 150.000 / pax.


Tim kami dibagi2 dan permainanpun dimulai, alhasil saya tertembak 2 kali dan tepat sasaran di bagian leher dan tangan rasanya tentu saja panas sekali walaupun isi peluru itu seperti permen yang pecah di baju.


Wisata arung jeram yang dikemas oleh Progo Rafting ada 2 trip di sungai Progo Atas dengan biaya Rp. 200.000 / pax minimal 4 orang dan sungai Elo Magelang dengan biaya Rp. 175.000 / pax minimal 5 orang yang berkantor pusat di Hotel Puri Asri.


Rafting dimulai sekitar jam 1 siang dan ± 2 jam perjalanan dan ditutup dengan makanan khas sana dan es kelapa muda, acara sangat seru dan kami beruntung cuaca saat itu mendung, waktu terbaik untuk bersantai di pinggir sungai adalah sore hari saat menyaksikan Sunset selamat berlibur :)


Saturday, 6 August 2016

Camp ceria di Pantai Sanglen Gunung Kidul

Deretan pantai yang berada di daerah Gunung Kidul dapat disebut surganya pantai yang ada di Kota Jogja karena keindahannya yang dapat menenangkan hati, tempatnya yang masih alami, bersih dan berpasir putih. Kali ini rencana ngecamp akhirnya bisa terealisasi juga kesalah satu pantai yang masih sepi dan alami karena belum ada kamar mandinya :)


Pantai ini masih belum terkenal dibandingkan pantai Baron, Drini, Sepanjang dll yang sudah memiliki fasilitas lengkap. Pantai Sanglen suasananya masih sepi tetapi inilah yang kami cari agar liburan benar - benar dapat kami nikmati.

Lokasi Pantai Sanglen
Pantai Sanglen tepat berada di sebelah timur Pantai Sepanjang dan sebelah barat Pantai Watukodok berada di desa Kemadang, Tanjungsari, Gunung Kidul.

Rute menuju Pantai Sanglen
Pantai ini masih satu rute dengan pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini dan lain - lain kalau tiket masuk yang terusan hanya Rp. 10.000 sudah dapat mengunjungi beberapa pantai yang tersedia di tiket ada lebih  dari 7 pantai.

Dari Jogja kendaraan bisa melewati jalan Wonosari - Piyungan - Bukit Bintang - Patuk - Rest Area Hutan Wanagama - Kota Wonosari - Alun - alun - Bangjo Pertigaan Pos Polisi belok kanan ke arah Jalan Baron / Kukup / Drini / Sepanjang akan ada banyak petunjuk jalan sampai dengan tempat penarikan retribusi (TPR ). Melewati TPR - ambil arah Pantai Kukup - akan ada petunjuk jalan ke Pantai Watukodok jalan masih kondisi cor - coran kemudian pertigaan kecil ambil kanan dan parkiran di sebelah kanan jalan.


Kita harus trekking sekitar 30 menit untuk dapat mencapai lokasi pantai. Melewati ladang dari warga sekitar naik turun, suara ombak sudah terdengar dikejauhan semakin menyemangati kami untuk segera sampai di pantai. Kami ber 6 menempuh perjalanan dari Jogja kurang lebih 2 jam.

Pantai yang dikelilingi hijaunya bukit dan ladang jagung, birunya laut, deburan ombak memecah keheningan, langit yang cerah membiru beradu dengan butihnya pasir sangat indah di lihat dan menimbulkan ketenangan.

Kami bergegas mencari lokasi untuk mendirikan tenda dan kebetulan lokasi yang paling nyaman berada di bawah pohon cemara laut ( cemara udang ) sudah berdiri tenda dari tetangga lain yang ingin menikmati pantai ini, sehingga kami memutuskan tenda di dekat pantai karena waktu itu ombaknya tidak tinggi dan aman.

Camp sudah kami dirikan bertepatan dengan Sunset pantai yang indah semakin menghilang di kegelapan, malam datang dan kamipun mengisi waktu dengan bermain gitar, bercerita, masak dll. Tengah malam deburan ombak dan langit yang berbintang sangat terang dikejauhan. Kami nyatakan camping kali ini sempurna karena cuaca sangat mendukung, di pantai ini hanya berdiri sekitar 6 tenda saja sangat sepi bukan untuk sebuah pantai yang masih alami.

Berkumpul dengan penduduk sekitar dan penghuni camp yang lain dan kami hanya tertidur sebentar karena alam sangat indah untuk di tingalkan. Dini hari  suara burung - burung dan deburan ombak sangat indah, menikmati di balik tenda sangat damai rasanya.

Diapit 2 bukit yang memisahkan dari Pantai Watukodok dan Pantai Sepanjang, kami memutuskan untuk menikmati Sunrise pagi dengan mendaki bukit disebelah timur. Setelah memasak dan puas bermain kami mandi di pantai yang ombaknya kecil, tidak ada siapa - siapa lagi siang itu hanya kami ber 6 dan seolah menjadikan pantai pribadi saja, biota laut seperti rumput laut, ikan kecil sangat terlihat nyata, buanglah sampah ke tempat yang sudah disediakan dan jagalah kebersihannya untuk dpat terus dinikmati oleh mereka yang memerlukan ketenangan dan keindahan.

Saturday, 16 April 2016

Pantai Baru Bantul terkenal dengan Pesona Kincir Anginnya

Obyek wisata pantai yang baru muncul dan tergolong masih muda di Jogja bernama Pantai Baru, kini hadir untuk meramaikan deretan pariwisata di Jogja yang lokasinya terletak di Dusun Ngentak, Srandakan, Bantul, DIY.


Akses menuju ke Pantai Baru sangat mudah dari Jogja bisa naik bus dengan jurusan Bantul atau Srandakan dan turun di Jembatan Progo dilanjutkan naik ojek mengikuti papan petunjuk arah karena kalau jalan kaki lumayan jauh sekitar 2 km. Kita akan masuk menyusuri Jalur Lintas Selatan Bantul Yogyakarta yang panjang dan masih tergolong sepi, akan lebih mudah bila menyewa kendaraan pribadi karena papan petunjuk arah sudah tersedia dan sangat membantu.

Kabupaten Bantul sendiri sangat terkenal dengan Pantai Parangtritis yang menjadi salah satu icon pantai paling terkenal di Jogja, selain itu Pantai Depok yang menjadi pusat kuliner laut, Pantai Parangkusumo terkenal dengan gumuk pasir dan lain sebagainya. Lokasi dengan luas ± 4000 meter yang teduh dan nyaman dengan adanya pohon cemara udang serta pantainya yang landai sangat cocok untuk piknik keluarga, mengelar tikar lengkap dengan bekal yang dibawa dari rumah sangat cocok untuk acara keluarga, rekreasi murah dan menyenangkan.


Pantai baru terletak disebelah barat pantai Goa Cemara. Pemandangan unik yang menyambut kami ketika berkunjung ke Pantai Baru yang terkenal adalah  adanya Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid ( PLTH ) dengan kincir angin yang jumlahnya ±  ada 38 kincir angin yang nmampu menghasilkan energi yang cukup untuk menghidupi berbagai kebutuhan masyarakat di sekitar pantai Baru.


Kincir angin sudah terlihat di pingir jalan sebelum masuk ke area pantai, untuk menjangkau lokasi kincir angin dari pintu utama kita harus berbelok ke sebelah kiri jalan dan memarkir kendaraan roda 4 karena akses yang bisa masuk hanya kendaraan roda 2 berbelok ke kiri dan ada gazebo disana lengkap dengan ayunan yang sudah disediakan. 


Disini kita akan banyak menyumpai deretan toko baju, penyewaan motor APV dengan biaya sewa Rp. 30.000 bisa beberapa kali putaran dan warung makan yang tertata rapi, kami mencoba memesan menu cumi, udang serta ikan bakarnya dengan harga masih terjangkau juga enak rasanya lengkap dengan kelapa muda menjadi menu favorit kami.
Selamat berlibur dan berakhir pekan :)

Sunday, 3 April 2016

Mercusuar Pantai Pandansari / Pantai Patehan Bantul salah satu spot foto keren di Jogja.

Kawasan Selatan Pantai di daerah Bantul yang sangat terkenal dengan adanya Mercusuar di Pantai Pandansari, Bantul yang berfungsi sebagai suluh dan pemandu bagi para pelaut yang sedang berlayar. Berdiri kokoh menara setinggi ± 30 meter dibalik pepohonan. Lokasi Pantai Pandansari berada di Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Bantul, Yogyakarta bersebelahan dengan Pantai Samas dan Pantai Pandansimo.


Untuk mencapai lokasi tertinggi, kita harus menaiki tangga sebanyak 8 lantai dengan ratusan anak tangga melingkar dengan tangga terakhir berdiri lurus tidak miring lagi lumayan untuk memacu adrenalin dengan sisa - sisa tenaga yang kita punya sebelum mencapai pucak. Kebetulan saat kami kesana dipuncak menara kami menyaksikan pertunjukan " Jogja Air Show 2016 " yang berbelok tepat disebelah barat menara Pandansari. Acara yang diadakan Tgl 25 - 27 Maret 2016 tepatnya di Bukit Paralayang dan Pantai Parangtritis  juga terlihat di menara ini. Atraksi yang memukau dari para penerbang salah satunya ada di bawah ini.


Panorama yang disuguhkan diatas menara sangat memukau kita dapat menyaksikan garis Pantai Selatan dan juga deretan perbukitan sisi barat. Dari atas menara kita tidak hanya menyaksikan satu pantai saja, tetapi deretan pantai sepanjang Bantul hingga Kulonprogo. 



Wisatawan yang datang akan memasuki hamparan pohon cemara laut yang tumbuh lebat sebelum memasuki deretan pasir laut. Deretan pohon cemara udang yang memenuhi bibir Pantai Pandansari  ditanam sebagai pagar penjaga agar pinggir pantai tidak tergerus air laut, juga menciptakan susanan sejuk dan asri di tengah suasana pantai yang panas dan terik.


Wisata ke Pantai Pandansari dengan tema piknik, ngecamp, dengan sensari musim gugur di Jepang juga terasa dipantai ini karena tanah yang kita pijak akan di penuhi warna daun dari cemara udang yang berwarna coklat menjadi aktivitas yang menyenangkan. Kita bisa duduk dengan mengelar tikar dibawah rimbunnya pepohonan yang berbekal makanan maupun minuman bersama keluarga.

Kita juga dapat menyaksikan lokasi menarik lainnya Agrowisata Buah Naga yang dapat dijadikan oleh - oleh untuk kerabat, bisa juga menyantap buah naga dikebunnya langsung.


Waktu terbaik datang ketempat ini adalah di sore hari saat senja datang dan akan menghilang akan tampak garis pantai dengan warna keemasan, untuk waktu kunjungan terakhir ditutup jam 18.00 wib. Semoga bermanfaat :)

Saturday, 25 July 2015

Rafting Kali Oyo

Gunungkidul hadir dengan wisata andalannya untuk kesekian kali, salah satu tempat yang sudah banyak pengunjungnya ini adalah Rafting di Kali Oyo, Sungai ini terletak di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kabupaten Gunungkidul. Panjang sungai yang diarungi selama rafting  1,5 km dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam. 


Lokasi dari Kota Jogja bisa di tempuh dari Jl Wonosari, Bukit Bintang, bundaran SPBU Siyono, perempatan Grogol, dan Balai Desa Bejiharjo. Tiket menyusuri sungai ini hanya Rp. 45.000/orang, sudah termasuk perlengkapan rafting, jasa pemandu, transportasi dan asuransi. Peserta kami ada lebih dari 50 orang dan tentunya mendapat diskon serta menyewa foto + cd untuk mendokumentasikan perjalanan ini.


Setelah kami menyusuri goa pindul dan dilanjutkan Rafting di sungai oyo ini kami diangkut dengan menggunakan kendaraan bak terbuka untuk menuju ke puncak sungai yang akan menjadi start rafting kali ini. Satu persatu kami membawa ban dan menyusuri perkebunan kayu putih dan persawahan milik warga sekitar, kami meluncur kehulu dipandu pengelola.


Di tengah perjalanan ada air terjun dan kami berhenti untuk menikmatinya, dan yang mau uji nyali bisa loncat dari ketinggian +- 10 meter atau ada juga yang sekitar 5 meter monggo bisa dipilih. Menyusuri kali oyo ini tidak menggunakan perahu karet akan tetapi dengan menggunakan ban pelampung yang harus  kita duduki. Debit air tergantung dari musim juga, saat kita kesini kemarin pas musim kemarau sehingga airnya menyusut. Sensasi mengapung diatas ban ini rasanya aneh kita harus mengandalkan tangan untuk mengayuh ban agar mau bergerak sesuai arus, walau kadang malah arahnya gak lurus kedepan malah ke kanan kiri mendekati tebing, untuk yang ada dibelakang pemandu seh enak dia gak usah repot + capek buat mengayuh ban, walau sesekali kita pengen usaha sendiri untuk melaju. 




Suasana alami masih di dominasi tanah kapur dan alang – alang serta tebing – tebing sungai yang bila diambil foto dari atas akan tampak berkelok – kelok dan keren. Disarankan untuk berlibur dan menikmati suangai oyo ini tidak di hari libur panjang, atau sabtu minggu karena tentu saja suasana sudah tidak senyaman bila terlalu banyak orang. Jam rafting juga perlu diperhatikan pilih waktu yang pagi sekalian atau yang sore jam 15.00 wib karena dijamin kulit akan menghitam terpapar matahari.

Puncak dari perjalanan ini saat kita berada di 2 air terjun, permainan lompat indah dari atas tebing batu mulai beraksi dari masing – masing peserta rafting. Kali ini saya mencoba merasakan sensasi petualangan yang menegangkan dengan melompat dari teping setinggi 10 meter, awalnya nyali saya agak ciut karena dasarnya saja saya tidak bisa berenang dan hanya mengandalkan pelampung saja serta posisi lompatan juga harus diperhatikan jangan sampai salah, seperti yang dijelaskan olah pemandu kami. Saat lompatan,  saya mulai merasakan ada ruang kosong dalam hitungan detik yang berasa mau mati hahahah, langsung suara air beradu dengan kaki dan byurrrrr, lompatan yang sukses dan hanya 1 kali saja sudah cukup buat saya.



Waktu semakin tidak terasa dengan hangatnya suasana dan bermain – main dengan air di sekitar air terjun, kita menghabiskan waktu bersantai dan menikmati keindahan alam. Akhir dari perjalanan ini kami sampai di tepi sungai dan diantar menuju basecamp menggunakan mobil pajero alias pick-up.  Sebagian ada yang langsung membersihkan diri untuk mandi dan ada yang sebagian menunggu antri dengan menyantap makan siang yang telah tersaji dan masih panas sangat nikmat sekali, menu kali ini kami memilih paketan yang tersedia dari mulai : nasi beras merah, sayar lombok ijo, sayur lodeh, tahu tempe, ikan bakar, ingkung ayam, keripik, sayar kangkung, sambel merah dan sambel bawang pedas. Menu ala desa dan prasmanan menutup rafting kali ini dengan sukses dan kamipun kembali ke Jogja.

Friday, 27 March 2015

Rafting Sungai Elo - Magelang

Elo Rafting Trip adalah paket kegiatan wisata arung jeram di Sungai Elo yang teletak di Borobudur Kabupaten Magelang. Sungai elo adalah salah satu sungai yang sangat ideal untuk berwisata arung jeram di kawasan Magelang, karena karakter aliran dan banjir yang relatif stabil dan relatif aman untuk diarungi baik di musim kemarau atau musim hujan.  


Sungai Elo berhulu ke Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran, sehingga tidak dipengaruhi oleh aliran material vulkanik dari Gunung Merapi. Lintasan tersebut memiliki panjang sekitar 12,5 km dan ditempuh dalam 2,5 – 3 jam pengarungan.


Tidak dibutuhkan kemampuan berenang dalam trip ini karena sudah disiapkan perlengkapan arung jeram standar internasional yang wajib kita pakai saat pengarungan. Perlengkapan yang diperlukan seperti pelampung dengan daya apung hingga 150 kg, helm dan dayung. Peserta arung jeram akan didampingi oleh minimal 1 orang RiverGuide / pemandu tiap boat yang akan bertanggung jawab terhadap keselamatan seluruh peserta pengarungan.

Bila kita merencanakan sebuah wisata yang menyenangkan dan berkesan bersama teman atau keluarga, saya merekomendasikan untuk mencoba paket wisata alam arung jeram Sungai Elo. Sungai elo terletak sangat dekat dengan objek wisata Candi Borobudur Magelang, paket wisata alam yang mengarungi Sungai Elo sudah siap menanti. Nikmati petualangan seru mengarungi sungai elo sepanjang 10 km bersama RiverGuide yang berpengalaman. Sungai elo memiliki variasi jeram grade I sampai III+, jeram dengan grade rendah seperti ini sangat ideal untuk wisata alam keluarga.

Cakupan Layanan Paket Wisata Arung Jeram Sungai Elo
1. Asuransi.
2. Sewa perlengkapan dan peralatan arung jeram.
3. Satu kali pengarungan di Elo Trip, didampingi minimal 1 orang RiverGuide tiap boat.
4. Transport lokal dari Base Camp CitraElo ke Start Point.
5. Pemakaian sarana parkir dan sanitary di Base Camp CitraElo.
6. Bonus pemakaian kolam renang dengan air dari mata air alami pada saat weekend.
7. Serifikat Pengarungan.
8. Satu kali paket konsumsi (trip break refreshment dan after trip meal).

Bagi pecinta arung jeram, musim kemarau adalah musim yang menyedihkan. Akan tetapi Sungai Elo merupakan trip arung jeram yang dapat dilalui dalam segala musim. Walau kalah seru dibanding arung jeram di kali Progo, tetapi menyusuri keindahan kali Elo dapat menjadi obat tersendiri bagi pecinta wisata bahari.

Selama perjalanan kita harus mengayuh perahu karet apabila tidak mau tertingal dengan perahu karet yang lain, suasana juga mendukung sekali untuk bisa melepas penat dari semua aktivitas karena nuansa pedesaan yang sepi dan sunyi sesekali bisa kita temukan, ibu – ibu yang mencuci baju dipinggir sungai bahkan mungkin aktivitas warga yang suka memancing dan adakalanya anak – anak kecil yang mandi di sungai. Pemandu yang gak kalah usil, karena sewaktu – waktu akan berusaha untuk menjatuhkan kita ke air dengan dayung yang ditarik dipelampung kita. Apabila kita tidak bisa menjaga keseimbangan ya alhasil pasti akan tercebur ke sungai, peserta yang panik biasanya akan berteriak minta tolong hingga akhirnya mereka sadar kalau berada di air yang dangkal. Tetapi berbeda dengan peserta yang suka tantangan, dia akan menjatuhkan diri ke dalam sungai atau malah ikut - ikutan teman yang lain karena seru. Sesekali pemandu melempar canda atau mengarahkan perahu sedemikian rupa untuk membuat suasana ceria.


Ada tempat-tempat  tertentu yang aman untuk bermain air, biasanya ditandai dengan perahu karet yang terbalik atau permainan yang dibuat oleh pemandu. Jika peserta menggunakan 2 atau lebih perahu biasanya diadakan lomba antar tim pada jarak tertentu, dan masih ada lagi permainan yang lain.

Anda yang hobi “SELFIE” jangan khawatir, pihak Rafting / Pengelola sudah menyediakan tim fotographer untuk membidik foto kita. Pemandu akan memberikan aba-aba kapan harus berpose dan jeram mana yang paling bagus untuk berfoto, peserta hanya cukup menyiapkan senyum dan pose seheboh mungkin, tapi kadang juga tidak terlihat sehingga kita tidak bisa berekspresi sebelum kamera menyimpan foto kita.

Beberapa tips Arung jeram di Sungai Elo :
•  Gunakan Sunblock agar kulit tidak belang, berdasarkan pengalaman cuman rafting 2 jam saja kulit langsung gosong dan perlu 1 bulan lebih untuk dapat mengembalikan warna kulit.
•  Gunakan kaos atau celana yang tidak terlalu longgar.
• Kenakan helm dan Rompi pelampung dengan benar, mintalah untuk dicek ulang oleh pemandu demi keamanan.
• Tetap tenang jika terjatuh, peserta tidak akan tenggelam selama pelampung terpasang sempurna.
• Mintalah ijin untuk membawa kamera selama perjalanan, mengingat banyak spot yang berarus walaupun hal tersebut akan beresiko.
Tempat yang dapat dipilih untuk paket arung jeram atau rafting di magelang diantaranya adalah sungai elo, sungai progo atas, sungai progo bawah dan sungai serayu Wonosobo Magelang Jawa Tengah.






Thursday, 26 March 2015

Pantai Glagah

Pantai Glagah merupakan salah satu pantai yang menjadi unggulan wisata pantai di Jogja, yang memiliki potensi besar karena keindahan alaminya, terletak didesa Glagah, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo yang berjarak 40 km dari Kota Jogja, atau 15 km dari Kota Wates.


Pemandangan yang bagus dengan hamparan pasir besi menjadi andalannya karena sejauh mata memandang kita akan dimanjakan dengan panorama air lautnya.
Ada beberapa objek wisata sekaligus dalam satu pantai yang bisa kita nikmati diantaranya :
1. Laguna
Menjadi hal yang paling menarik dikarenakan jarang sekali dimiliki oleh pantai – pantai lain di kawasan Indonesia. Terbentuknya laguna ini dikarenakan adanya gelombang pasang besar yang menyebabkan air laut terjebak di cekungan pasir pantai, sehingga membentuk genangan yang menyerupai danau.
Kita dapat mengelilingi laguna dengan menaiki perahu motor maupun olahraga air seperti berenang ataupun mendayung.



2. Fasilitas Bumi Perkemahan
3. Perkebunan Buah Naga
Sebuah argowisata yang dikelola oleh lembaga non pemerintah, lahan perkebunan untuk membudidayakan buah naga, bunga rosella dan tanaman obat lainnya. Di Jogja sendiri hanya Pantai Glagah yang menjadi satu – satunya kawasan pantai yang mengembangkan budi daya Buah Naga.


4. Sea Wall / Pemecah Ombak
Merupakan satu - satunya pantai di Jogja yang memiliki kelebihan panorama sea wall.
Pemecah ombak yang berukuran sangat besar dan terbentang di sebagian bibir Pantai Glagah. Terbuat dari beton disusun secara acak sehingga membentuk daratan pantai yang lain daripada yang lain.




Sea wall ini berfungsi untuk memecah gelombang laut yang besar agar tidak sampai ke kawasan pemukiman sekaligus dapat berfungsi sebagai pencegah terjadinya tsunami.

Pemandangan yang sangat menakjubkan adalah saat ombak besar menghantam sea wall, air akan berhamburan sangat tinggi dan tidak beraturan, seperti tsunami sedang ada dibelakang kita, rasanya jantung mau copot kalau mengingat hal itu. Bagi yang suka high speed photography lokasi ini  sangat tepat untuk menyalurkan hobi. Hantaman ombak yang besar tersebut akan sangat menakjubkan jika tertangkap kamera.

5.   Wisata pemancingan di sekitar pantai.
Untuk yang suka piknik bisa membawa bekal disini dan menyantap makanan bersama keluarga di bawah rindangnya pepohonan di tepi Laguna, atau bahkan yang ingin menyantap masakan di sini tidak perlu kuatir karena ada sederet penjual yang telah menyediakan beragam masakan laut. Untuk yang ingin menginap juga disediakan penginapan di sekitar pantai dengan harga dan fasilitas yang beragam.



Di pantai ini juga banyak event yang sering diadakan seperti lomba layang - layang, motor cross dll. Semoga info yang saya sampaikan diatas dapat membantu.